Mau Sukses Tembus Beasiswa LPDP? Ini Rahasianya

Peminat beasiswa lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP) sangat tinggi. Bagaimana tidak, LPDP ini menanggung seluruh pembiayaan kuliah sekaligus biaya hidup penerima beasiswa. Melalui beasiswa ini, pelajar Indonesia tak hanya berkesempatan lanjut kuliah gratis di kampus dalam negeri, tetapi juga kampus-kampus top yang ada di luar negeri.

David Ririmasse merupakan salah satu pelajar yang beruntung karena terpilih menjadi satu dari ribuan pendaftar beasiswa LPDP. Pada September 2016, alumnus Universitas Bakrie itu berangkat menuju Skotlandia untuk melanjutkan kuliah S-2 di Jurusan Energy Finance University of Arberdeen.

“Kalau informasi beasiswa bisa dilihat di laman LPDP, atau dari teman. Saya dulu juga tahu dari teman lalu tanya-tanya tahapannya apa saja,” ujarnya ditemui di acara Uni Eropa Scholarship Info Day, di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, belum lama ini.

Berdasarkan pengalamannya, tahapan penerimaan beasiswa dimulai dari seleksi administrasi. Di tahap ini, setiap pelamar akan mengunduh beberapa berkas, seperti esai dan surat keterangan kesehatan. David mengungkapkan, esai yang harus dibuat adalah tentang sukses terbesar dalam hidup, rencana studi, dan kontribusi untuk Indonesia.

“Waktu itu butuh waktu sekira dua minggu. Setelah lulus, tahap berikutnya adalah seleksi substansi yang terdiri dari tiga tes. Pertama, wawacara oleh tiga pewawancara, membuat on the spot esai selama 30 menit, dan leaderless group discussion (LGD) yang dinilai oleh dua psikolog,” tuturnya.

Dari berbagai tahapan seleksi, David merasa wawancara menjadi proses tersulit. Sebab, pewawancara kerap menanyakan hal yang tak terduga. Sehingga jika tidak punya keyakinan dan pengetahuan untuk menjawab pertanyaan tersebut akan sangat terlihat di mata pewawancara.

Sedangkan proses dari seleksi sampai pengumuman diterima, kata David, tidak membutuhkan waktu lama. Saat itu, ia mendaftar di batch IV, yakni pada Oktober 2015, dan mendapat pengumuman diterima di awal Desember.

“Kalau strategi khusus tidak ada. Yang penting jangan bohong dan jadi diri sendiri. Kita harus tahu punya potensi apa sehingga itu yang ditonjolkan. Kemudian harus ada persiapan matang,” terangnya.

Dia berpendapat, saat mendaftar beasiswa LPDP sebaiknya pelamar sudah mendapatkan letter of acceptance (LoA). Selain itu, modal penting lainnya adalah kemampuan bahasa Inggris.

“LoA akan memudahkan kita menjelaskan terkait rencana studi dan kontribusi ke depan. Saya sendiri mengambil jurusan energy financial karena S-1 saya akuntansi,” ucapnya.

David mengungkapkan, setelah lulus nanti siap kembali ke Tanah Air untuk mengabdi berdasarkan profesinya. Cowok berkacamata itu sendiri memilih Inggris Raya sebagai destinasi studi lantaran program master di sana relatif singkat yaitu hanya membutuhkan waktu satu tahun.

“Kalau berdasarkan pengalaman saya, jadi pertama kita harus tahu mau lanjut kuliah apa, lalu cari universitas yang menyediakan program tersebut. Kemudian cari LoA dan mantapkan kemampuan bahasa Inggris. Setelah dapat, baru mendaftar LPDP,” pungkasnya.

Source : news.Okezone.com